argumentasi dan penalaran

Investasi RI di Asean Tembus USD70,8 M

Rohmat – Okezone

Kamis, 13 Oktober 2011 17:48

DENPASAR – Nilai investasi Indonesia di sejumlah negara di Asean mengalami peningkatan tajam dari USD37,8 miliar pada periode 2009 naik hingga 100 persen menjadi USD70,8 miliar di periode 2010.

“Nilai investasi kita di wilayah Asean mengalami peningkatan signifikan sebesar 100 persen yang sebagian besar di bidang industri,” ujar Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Asean, Gede Ngurah Swajaya, saat jumpa pers di Denpasar, Kamis (13/10/2011).

Dia menambahkan sesuai tujuan pembentukan komunitas ASEAN pada 2015 sebagai pusat industri yang kompetitif bagi negara-negara industri di dunia seperti Jepang dan Jerman, maka ada beberapa prioritas yang akan dilakukan.

Di antara prioritas utama Indonesia dalam Asean mencakup percepatan implementasi tiga blue print atau cetak biru Komunitas Asean menuju pembentukan Komunitas Asean 2015. Diharapkan hal itu bisa memperkuat peran Asean dalam membentuk arsitektur regional di kawasan Asia Pasifik dan mendorong terciptanya keseimbangan yang dinamis di kawasan Asean dan Global.

…………..

Keterangan :

PENALARAN : Nilai investasi Indonesia di sejumlah negara di Asean mengalami peningkatan tajam dari USD37,8 miliar pada periode 2009 naik hingga 100 persen menjadi USD70,8 miliar di periode 2010.

ARGUMENTASI : Dia menambahkan sesuai tujuan pembentukan komunitas ASEAN pada 2015 sebagai pusat industri yang kompetitif bagi negara-negara industri di dunia seperti Jepang dan Jerman, maka ada beberapa prioritas yang akan dilakukan.

Penggunaan Dana Optimalisasi RAPBN 2012 Masih Buntu

Idris Rusadi Putra – Okezone

Kamis, 13 Oktober 2011 17:40 wib

…………

Dalam rapat hari ini, masih ada beberapa poin penting yang belum disepakati di antaranya Banggar meminta penggunaan dana optimalisasi 2012, di mana salah satunya untuk pembangunan.

“Penggunaan optimalisasi itu masih akan dibicarakan alokasinya. Dalam pembahasan tadi semua anggota menyampaikan aspirasi untuk memasukan alokasi dana Optimalisasi ke pembangunan. Nah dalam pembangunan itu masih ada selisih,” ungkap Menteri Keuangan Agus Martowardodjo ketika rapat bersama Banggar di Senayan, Jakarta, Kamis (13/10/2011).

Lebih lanjut Agus mengatakan, karena masih terganjalnya, menurut Agus pihaknya memberikan opsi kepada banggar dari dana optimalisasi tersebut Rp3,2 triliun akan digunakan untuk mengurangi devisit dan risiko fiskal. “Rp1,6 triliun untuk defisit anggaran, dan Rp1,6 untuk cadangan fiskal,” jelas Agus.

Namum keputusan ini sampai sekarang belum menemukan titik temu atau belum disetujui mayoritas anggota badan anggaran. Rapat pun akhirnya di-pending. (wdi)

Keterangan :

PENALARAN : Dalam rapat hari ini, masih ada beberapa poin penting yang belum disepakati di antaranya Banggar meminta penggunaan dana optimalisasi 2012, di mana salah satunya untuk pembangunan.
ARGUMENTASI : Lebih lanjut Agus mengatakan, karena masih terganjalnya, menurut Agus pihaknya memberikan opsi kepada banggar dari dana optimalisasi tersebut Rp3,2 triliun akan digunakan untuk mengurangi devisit dan risiko fiskal. “Rp1,6 triliun untuk defisit anggaran, dan Rp1,6 untuk cadangan fiskal,” jelas Agus.

Kamis, 13/10/2011 17:11 WIB
BBJ Incar Transaksi Syariah Komoditas Rp 50 Miliar
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

………..

“Kami akan terus lakukan verifikasi dan permohonan komoditi yang ditransaksikan. Aspek bank juga penting dalam partisipasi, dan sampai saat ini sudah ada respon yang baik dari Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, dan HSBC Amanah. Akan ada lagi, bisa BJB Syariah, BNI Syariah, Permata Syariah,” imbuhnya.

Pihak DSN MUI juga siap melakukan monitoring random kepada pedagang komoditi yang bertransaksi di JFX. Pedangan harus siap disidak pada saat jam kerja. “Diantara mereka, menyatakan siap,” tuturnya.

Seperti diketahui, Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI akan segera mengeluarkan fatwa No.82 tentang perdagangan komoditi berdasarkan prinsip syariah. Fatwa tersebut memungkinkan proses jual-beli komoditi diperkenankan selama ada wujud fisiknya.

Dengan adanya perdagangan komoditi syariah, diharapkan menambah instrumen syariah. Di mana akan terjadi akselerasi likuiditas untuk menempatkan dana ataupun pembiayaan.

Menurut JFX, produk komoditi syariah merupakan inisiatif dari perseroan, bersama DSN-MUI dan Bank Indonesia. Saat komoditi syariah beroperasi maka dapat membantu perbankan syariah dalam mengelola likuiditas.

…………

Keterangan :

PENALARAN : Kami akan terus lakukan verifikasi dan permohonan komoditi yang ditransaksikan. Aspek bank juga penting dalam partisipasi, dan sampai saat ini sudah ada respon yang baik dari Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, dan HSBC Amanah.

ARGUMENTASI : Seperti diketahui, Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI akan segera mengeluarkan fatwa No.82 tentang perdagangan komoditi berdasarkan prinsip syariah. Fatwa tersebut memungkinkan proses jual-beli komoditi diperkenankan selama ada wujud fisiknya.

Dengan adanya perdagangan komoditi syariah, diharapkan menambah instrumen syariah. Di mana akan terjadi akselerasi likuiditas untuk menempatkan dana ataupun pembiayaan.
 

Bapepam Luluskan PT Waterfront Securities Jadi Underwriter

Martin Bagya Kertiyasa – Okezone

Kamis, 13 Oktober 2011 17:44 wib

JAKARTA – Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) meluluskan permintaan PT Waterfront Securities sebagai penjamin emisi efek (underwiter).

Bapepam-LK selaku regulator pasar modal, akhirnya memberikan izin kepada PT Waterfront Securities untuk menjadi underwriter pada 30 September lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Bapepam-LK lewat keterangan di situs resminya di Jakarta, Kamis (13/10/2011). Adapun payung hukum yang melandasi izin tersebut, adalah keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-02/BL/PEE/2011 yang ditandatangani Ketua Bapepam Nurhaida.

Dalam keputusan tertulis, Bapepam-LK telah memberikan izin usaha perusahaan efek, sebagai penjamin emisi efek kepada PT Waterfront Securities Indonesia dengan alamat kantor pusat di CIMB Niaga Plaza lantai 10 Jalan Jenderal Sudirman Kav.25, Jakarta 12920. (mrt) (rhs)

Keterangan :

PENALARAN : Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) meluluskan permintaan PT Waterfront Securities sebagai penjamin emisi efek (underwiter).

Bapepam-LK selaku regulator pasar modal, akhirnya memberikan izin kepada PT Waterfront Securities untuk menjadi underwriter pada 30 September lalu.

Defisit Perlu Dibatasi Demi Amankan APBN

Idris Rusadi Putra – Okezone

Senin, 26 September 2011 13:13 wib

JAKARTA – Dibatasinya defisit Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2012 sebesar enam persen, dinilai akan membantu mengurangi beban pada anggaran pemerintah pusat.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, dana transfer daerah memang tergolong besar. Menurut Hatta, jika tidak dibatasi akan membahayakan kemampuan pemerintah pusat untuk menutupi defisit anggaran pada APBN.

……….

Keterangan :

ARGUMETASI : Dibatasinya defisit Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2012 sebesar enam persen, dinilai akan membantu mengurangi beban pada anggaran pemerintah pusat.

“RAPBN 2012 Tidak Akan Direvisi”

Idris Rusadi Putra – Okezone

Rabu, 5 Oktober 2011 12:54 wib

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Agus DW Martowardojo mengatakan, jika benar Indonesia terkena dampak ekonomi global, maka asumsi makroekonomi pada 2012 akan diubah pada APBN perubahan.

Artinya, Agus Marto mengungkapkan, pemerintah enggan melakukan koreksi pada rancangan APBN 2012. “Kita akan koreksi APBN 2012 melalui APBN perubahan kalau ini menganggu pertumbuhan perekonomian kita,” ungkap Agus dalam kata sambutannya di acara Investor Summit And Capital Market Expo 2011, di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu (5/10/2011).

Keterangan :

ARGUMENTASI : Menteri Keuangan (Menkeu) Agus DW Martowardojo mengatakan, jika benar Indonesia terkena dampak ekonomi global, maka asumsi makroekonomi pada 2012 akan diubah pada APBN perubahan.

BI: Industri Keuangan Syariah RI Masuk Peringkat 4 Dunia

Gina Nur Maftuhah – Okezone

Kamis, 13 Oktober 2011 15:28 wib

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyatakan kebanggaannya bahwa industri keuangan syariah di Indonesia masuk peringkat keempat di dunia.

“Alhamdulillah tahun ini kita berada di level keempat dunia yang selama ini kita tidak pernah masuk lima besar,” ucap Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Mulya Siregar dalam sambutannya di acara peresmian komoditas berjangka syariah, di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (13/10/2011).

Menurut Mulia, industri keuangan syariah Indonesia menduduki peringkat keempat dunia setelah Malaysia, Iran, dan Arab Saudi. Posisi Indonesia ini, lanjutnya, berada di atas negara-negara terkemuka dalam industri keuangan syariah seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Pakistan.

“Peringkat keempat tersebut berdasarkan hasil survei Islamic Finance Country Index dari Global Islamic Finance Report yang dikeluarkan oleh BMG Islamic, sebuah lembaga konsultan bisnis dan manajemen  terkemuka yang berbasis di London,” lanjutnya.

Penilaian ini, lanjut Mulia, menggunakan ukuran-ukuran tertentu dengan bobot yang bervariasi, seperti jumlah lembaga keuangan syariah, kelengkapan infrastruktur, izin pengaturan syariah, volume industri, edukasi, dan budaya.

Di tempat yang sama, Kepala Bappenas/Menteri PPN Armida Alisyahbana dalam sambutannya yang mewakili Menteri Perekonomian Hatta Rajasa juga menyatakan harapannya bahwa perdagangan komoditas berjangka syariah ini akan membantu meningkatkan perekonomian Indonesia ke depan.

“Kalau Pak Mulia ingin jadi nomor tiga, Pak Hatta minta jadi yang nomor satu di seluruh dunia,” jelas Armida.  (wdi)

Keterangan :

PENALARAN : Bank Indonesia (BI) menyatakan kebanggaannya bahwa industri keuangan syariah di Indonesia masuk peringkat keempat di dunia.

ARGUMENTASI : Di tempat yang sama, Kepala Bappenas/Menteri PPN Armida Alisyahbana dalam sambutannya yang mewakili Menteri Perekonomian Hatta Rajasa juga menyatakan harapannya bahwa perdagangan komoditas berjangka syariah ini akan membantu meningkatkan perekonomian Indonesia ke depan.

Tarif Tol Bisa Tidak Naik, Asal…

Yuni Astutik – Okezone

Jum’at, 7 Oktober 2011 08:40 wib

……….

“Peningkatan layanan bukan karena tarif tol naik. Kenaikan tarif itu konsisten. Tarif naik kan hak kita. jadi bukan karena tarif naik lalu pelayanan naik,” tandasnya.

Seperti diketahui, tepat pada pukul 00.00 WIB hari ini, PT Jasa Marga resmi menaikkan tarif tol sebesar 8-10 persen pada 11 ruas jalan tol di Jakarta. “Betul naik mulai hari ini. Kenaikan di 11 ruas besarannya 8-10 persen,” lanjutnya.

………..

Keterangan :

PENALARAN : Seperti diketahui, tepat pada pukul 00.00 WIB hari ini, PT Jasa Marga resmi menaikkan tarif tol sebesar 8-10 persen pada 11 ruas jalan tol di Jakarta. “Betul naik mulai hari ini. Kenaikan di 11 ruas besarannya 8-10 persen,” lanjutnya.

 

Depok Rambah Industri Kreatif Lewat Batik

Marieska Harya Virdhani – Okezone

Selasa, 11 Oktober 2011 18:57 wib

………

Untuk itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok mengirimkan 15 pengrajin batik Depok untuk mengikuti pelatihan batik tulis di Bandung, Jawa Barat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok Farah Mulyati mengatakan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kualitas pengrajin batik agar semakin kreatif. “Oktober ini kami akan mengirimkan 15 pengrajin mengikuti pelatihan membuat batik tulis. Ini sebagai bentuk pengembangan batik Depok,” ujarnya di Balai Kota Depok, Selasa (11/10/11).

…….

Keterangan :

ARGUMENTASI : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok Farah Mulyati mengatakan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kualitas pengrajin batik agar semakin kreatif. “Oktober ini kami akan mengirimkan 15 pengrajin mengikuti pelatihan membuat batik tulis.

 

Krisis Ancam Industri Manufaktur

Selasa, 11 Oktober 2011 17:17 wib

JAKARTA – Krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat (AS) berpotensi mengancam industri manufaktur nasional.

Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, penguatan pasar domestik harus dioptimalkan.

“Tapi, kita belum tahu kondisi tahun depan seperti apa. Kalau Indonesia, berada di ring tiga. Artinya, dampak merambat ke kita jika China dan India kena imbas. Di sisi lain, krisis bisa memacu China agresif melempar barangnya ke Indonesia. Kita perkuat konsumsi nasional agar fokus produk domestik,” kata Panggah di Jakarta, Selasa (11/10/2011).

Kemenperin, kata dia, masih optimistis pertumbuhan manufaktur bisa mencapai tujuh persen pada tahun depan. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, implementasi pasar bebas seharusnya tidak mengabaikan pasar domestik.

“Kalau sepakat pasar bebas, berarti domestik diperkuat agar tidak kebobolan dan tidak kalah bersaing,” kata Hidayat.

Menurutnya, pemberlakuan safeguard perlu diperketat sebagai salah satu langkah untuk melindungi industri nasional. Berbagai negara lain, kata dia, telah menerapkan langkah serupa untuk melindungi pasarnya. Hidayat mencontohkan, Turki menggugat dumping terhadap 20 produk ekspor Indonesia.

“Sebaliknya, kita jarang sekali melakukan safeguard. Semestinya kita lebih berani karena sudah ada ketentuannya. Stop dulu saat dilakukan penyelidikan. Jika nanti tidak terbukti bisa dilepaskan kembali,” tutup Hidayat. (rfa) (Sandra Karina/Koran SI/rhs)

Keterangan :

ARGUMENTASI : Krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat (AS) berpotensi mengancam industri manufaktur nasional.

“Tapi, kita belum tahu kondisi tahun depan seperti apa. Kalau Indonesia, berada di ring tiga. Artinya, dampak merambat ke kita jika China dan India kena imbas. Di sisi lain, krisis bisa memacu China agresif melempar barangnya ke Indonesia. Kita perkuat konsumsi nasional agar fokus produk domestik,” kata Panggah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s